Perubahan nama tersebut berimplikasi pada perubahan kurikulum yang didominasi oleh mata kuliah pada kompetensi utama. Sehingga terjadilah penawaran mata kuliah yang terkesan mengesampingkan Ilmu-ilmu Dakwah pada beberapa jurusan, sebagaimana terlihat pada tabel berikut ini:
| No. | Mata Kuliah | Bobot sks pada Jurusan: | |||||
| KPI | JURN. | BPI | PMI | KESSOS | MD | ||
| 1 | Ilmu Dakwah I | 3 | 2 | 3 | 3 | 2 | 3 |
| 2 | Ilmu Dakwah II | 3 | 3 | 3 | |||
| 3 | Rethorika/Ilmu Khithabah | 3 | 3 | 3 | 2 | 2 | 3 |
| 4 | Psikologi Dakwah | 3 | 2 | ||||
| 5 | Dasar-dasar Ilmu Tabligh | 3 | |||||
| 6 | Tafsir Dakwah | 2 | |||||
| 7 | Manajemen Dakwah | 3 | |||||
| 8 | Metode Dakwah | 3 | |||||
| 9 | Sosiologi Dakwah | 2 | |||||
| 10 | Met. Penelitian Dakwah | 3 | |||||
| 11 | Kepemimpinan Dakwah (Rijalud-Dakwah) | 3 | |||||
| 12 | Monitoring dan Evaluasi Dakwah | 3 | |||||
| 13 | Filsafat Dakwah | 2 | |||||
| 14 | Perencanaan Dakwah | 3 | |||||
| 15 | Sistem Informasi Manajemen Dakwah | 3 | |||||
| 16 | Manajemen Tabligh/Penyiaran Islam | 3 | |||||
| 17 | Manajemen Majelis Taklim | 3 | |||||
| 18 | Manajemen Pelatihan Dakwah | 3 | |||||
| 19 | Hadits Dakwah | 2 | |||||
| Jumlah | 9 | 11 | 9 | 8 | 4 | 46 | |
Tabel di atas menunjukkan, bahwa jurusan-jurusan yang menawarkan bobot sks keilmuan Dakwah sbb: KPI 9 sks; Konsentrasi Jurnalistik 11 sks; BPI 9 sks; PMI 8 sks; Konsentrasi Kessos 4 sks dan Manajemen Dakwah (MD) 46 sks.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dari kalangan peserta sarasehan sehingga menimbulkan respon yang berbeda-beda dan mendukung segera dilakukannya perubahan kurikulum di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Tanggapan mereka dapat kemukakan sebagai berikut:
Prof Dr. H.M. Yunan Yusuf:
1. Perubahan IAIN menjadi UIN : UIN memegang mandat IAIN yang diperluas.
2. UIN harus distingtif (berbeda) dengan UI
3. FDK harus menjadi Fakultas Dakwah yang berkomunikasi, bukan Komunikasi yang berdakwah. Artinya, Ilmu Dakwah harus dijadikan mainstream pengembangan ilmu-ilmu yang lain
4. Kurikulum Dakwah harus mengacu pada standar isi pendidikan nasional. Artinya, harus ada standar minimal konten ilmu dakwah yang harus dimiliki oleh lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
5. Ilmu Dakwah merupakan salah satu disiplin ilmu-ilmu keislamandi antara ilmu-ilmu keislaman lainnya, sehingga dakwah dapat dilihat sebagai profesi keilmuan yang dapat dikembangkan sesuai dengan jurusan-jurusan yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Prof. Dr. Hj. Ismah Salman, M. Hum:
1. Mahasiswa membutuhkan praktikumyang lebih banyak. Pengajaran Mata Kuliah Ilmu Dakwah selama ini dirasakan terlalu fokus pada kajian teoritis, sehingga keberdayaannya dalam realitas kehidupan dirasakan sangat kurang.
2. Tuntutan masyarakat agar alumni FDK menjadi da’i yang berdedikasi di masyarakat: perkantoran, dan lembaga-lembaga kemasyarakatan lainnya. Tuntutan ini mengharuskan mahasiswa memiliki bekal ketrampilan berdakwah yang sistematis.
3. Dasar pemikiran di-merger-nya beberapa Mata kuliah Ilmu Dakwah yang dianggap recehan tidak memiliki dasarpijakan epistemologis yang jelas. Hal ini berakibat terjadinya distorsi Keilmuan dakwah. Namun demikian, harus disadari pula, bahwa ilmu-ilmu Dakwah yang terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu pada hakekatnya merupakan satu kesatuan yag tak terpisahkan; karena itu dalam pengajarannya harus memperhatikan kesinambungan antara suatu disiplin ilmu dakwah dengan disiplin ilmu dakwah lainnya, sehingga tidak terjadi overlaping (pengulangan-pengulangan) materi yang sama.
4. Kecendrungan beberapa dosen kurang meminati dan perhatian thd keilmuan dakwah.
5. Ilmu Dakwah I dan II tidak memadai dari segi waktu dan substansinya.
6. Keperihatinan terhadap kurikulum KPI, dll. yang terlalu jauh perbedaan bobotnya antara MK kejuruan dengan keilmuan dakwah.
Dr. Arif Subhan, M.A.
1. Apresiatif terhadap prakarsa P3ID.
2. Animo terhadap FDK +- 700 thn 2008/09
3. KPI tidak popular dalam UMB.
4. Isu kontemporer, dakwah belum tuntas, sehingga menjadi da’I sempalan
5. Integrasi social movement theori dengan keilmuan dakwah.
6. Agendakan workshop kurikulum sebagai kelanjutan sarasehan ini.
Drs. Suhaimi, M. Si.
1. Perlu academic action by P3ID
2. Penulisan Buku Ajar tentang Ilmu-ilmu Dakwah
3. Ilmu Komunikasi bukan dominasi terhadap keilmuan Dakwah, IK untuk mengembangkan Ilmu Dakwah.
4. Integrasi Ilmu-ilmu Umum dengan Ilmu-ilmu Dakwah.
Dr. Asep UI, M.A.
1. Dakwah adalah Ilmu
2. Pertahankan identitas keislaman di UIN
3. Menghidupkan kembali Ilmu-ilmu Dakwah. Kembali ke Kurikulum 2000
4. Pertegas Silabus masing-masing mata kuliah Ilmu dakawah
5. Penulisan Buku Ajar pada masing-masing Mata Kuliah Keilmuan Dakwah.
6. Kompetensi Pengampu MK Il-mu-ilmu Dakwah harus ditingkatkan.
7. Bedakan impelementasi Ilmu-ilmu Dakwah pada masing-masing jurusan/prodi.
8. Siapa yang memeiliki otoritas perubahan kurikulum.
9. Sistematisasikan langkah-langkah lanjutan Sarasehan.
10. Pertemuan selanjutnya membicarakan kurikulum. Undang Expert kurikulum, pengambil keputusan (Depag).
Drs. Wahidin Saputra, M. Ag.
1. Tafsir dan Hadits Dakwah ada di KPI
2. Distingsi antara SPI dengan Sejarah Dakwah dipertegas
3. Perlu kerjasama antara P3ID dengan P2KM, difasilitasi oleh FDK
4. Perlu Peninjauan Kurikulum
5. Bedakan Dasar-dasar Ilmu Tabligh dengan Rethorika
Drs. M. Sungaidi, M. A.
1. Gerakan Dakwah Sempalan sebagai bahan kajian Ilmu Dakwah
2. Islam dan Budaya Lokal sebagai salah satu kajian dakwah
3. Rekomendasikan kepada Kajur tentang MKDF
4. Tingkatkan keterlibatan Depag dalam pengembangan Fakultas.
Dra. Mahmudah Fithriah, M. Pd.
1. Di Tarbiyah Komponen MKDF 18 – 22 sks
2. P3ID merumuskan jenis-jenis MK Dakwah
3. Kembali ke model based content curriculum
4. Wajibkan semua jurusan menawarkan komponen MK Dakwah dalam MKDF.
5. FDK harus memfasilitasi P3ID
Nasichah, M. Ag.
1. Keharusan Psikologi Dakwah ditawarkan pada semua jurusan.
Drs. Hasanuddin, MM.
1. Follow up sarasehan
2. Unsur-unsur Dakwah sebagai dasar perumusan Ilmu Dakwah (unsur organis dan unorganis)
3. Support penulisan Buku Ajar oleh P3ID.
4. Upayakan pengembangan jurusan yang bernuansa pengembangan Ilmu Dakwah (i.e. Konsentrasi Ilmu Tabligh/Khithabah, Jurnalistik, dll. di KPI)
5. Tingkatkan kesadaran pengembangan da’i yang professional sesuai dengan jurusannya masing-masing.
6. Pengembangan MD dengan menjadikan dakwah sebagai sumber utama
Dr. Ilyas Ismail (Asesor Akreditasi) :
1. Ilmu Dakwah marketable di Perbankan Islam
2. Lokakaryakan Pengembangan kurikulum, harus diawali dari epistemology keilmuan Dakwah (rumuskan dalam portfolio)
3. Rumuskan Visi, misi, Tujuan dan kompetensi lulusan masing-masing Jurusan
4. Arahkan pengembangan kurikulum sesuai dengan tuntutan Borang Akreditasi
5. Yang diharapkan dari Depag adalah sebagai fundrising.
Prof. Dr.Ishmah Salman:
Ilmu Dakwah I memuat 13 unsur Ilmu Dakwah
1. Kembalikan Ilmu Dakwah kepada unsur-unsurnya yang semula
2. Sosialisasikan FDK ke SMA, mereka antusias.
3. Tiap pengampu MK Dakwah harus membuat satu Buku Ajar
4. Usulkan pengembangan Laboratorium Dakwah ke Depag.
5. Libatkan instansi militer sebagai obyek dakwah.
